Posts Tagged ‘‘Ahli’’

Susno Jabat Penasihat Ahli Kapolri

jakarta - Mantan Kabariskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji menduduki jabatan barunya sebagai Penasehat Koor­dinator Staf Ahli (Korsahli) Kepala Kepolisian RI.

“Sementara beliau (Susno -Red) ditugaskan sebagai Korsahli Kapolri,” kata Irjen Pol Anton Bachrul Alam, Kadiv Humas Polri, di Jakarta, Kamis (24/2).

Kadiv Humas mengatakan bahwa keluarga besar Mabes Polri berbahagia menerima kehadiran Susno, di mana pada hari ini juga telah menemui Kapolri, Jenderal Pol Timur Pradopo.

Susno aktif kembali sebagai polisi setelah tidak ditahan oleh KPK terkait dugaan suap kasus PT Salmah Arwana Lestari dan korupsi dana pengamanan Pilkada Jabar 2008. Kendati demikian, Susno masih berstatus terdakwa selama menjalani persidangan.

Bahkan hari itu juga, Susno yang mengenakan seragam Polri lengkap menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hanya saja kini Susno bisa jalan melenggang tanpa kawal jaksa penuntut umum. Susno membacakan pledoi (pembelaan) dirinya dengan berdiri di muka majelis hakim yang diketuai Charis Mardiyanto. ant

Dibaca: 712 

Tags: , , , ,

Teten: Usul Gayus Staf Ahli Harus Diterima

JAKARTA | SURYA Online – Terdakwa mafia pajak, Gayus Tambunan, meminta agar dirinya dijadikan staf ahli Kapolri atau Jaksa Agung dan Ketua KPK. Gayus pun berjanji jika dia ditunjuk sebagai staf ahli, dia akan membongkar kasus mafia pajak di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Transparency Indonesia, Teten Masduki, menilai usul Gayus itu seharusnya ditanggapi positif oleh kepolisian. “Kalau usul itu tidak diterima, maka polisinya harus dicurigai,” kata Teten saat dihubungi VIVAnews, Selasa 11 Januari 2011.

Menurut Teten, Gayus tahu persis mengenai praktik mafia pajak yang terjadi di Direktorat Jenderal Pajak. Termasuk juga siapa saja yang bermain pajak. “Gayus tahu persis bagaimana mafia pajak itu dan polisi dapat menggunakan tenaganya untuk membongkar mafia pajak,” ujarnya.

Selain itu, Teten menilai Gayus layak mendapatkan perlindungan sebagai saksi. “Saksi seperti Gayus ini perlu mendapat perlindungan agar dapat leluasa membongkar mafia pajak,” ujarnya.

Saat membacakan pembelaan terakhir, Gayus tidak hanya meminta dibebaskan dari tuntutan. “Saya minta dijadikan staf ahli Kapolri, Jaksa Agung, atau Ketua KPK,” kata Gayus. Dia pun mengumbar janji apabila keinginannya terkabul. “Saya janji dalam dua tahun Indonesia bersih,” kata dia.

Pernyataan Gayus tersebut bukan tanpa alasan. Mantan pegawai Ditjen Pajak ini mengaku mendukung sepenuhnya pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memberantas korupsi. “Bukan hanya kakap. Paus atau hiu saya tangkap,” ujar dia.

Menurut dia, presiden berjanji akan memberantas koruptor kakap. Namun pada kenyataannya hal tersebut tidak tercapai. “Yang terjadi sekarang yang ditangkap ikan teri seperti saya, Arafat, Sri Sumartini, Alif Kuncoro, Humala, dan Maruli,” ucap Gayus. (sj)

Dibaca: 208 

Selengkapnya SURYA Online » Nasional

Tags: , , , , , ,

Gayus Lamar Jadi Staf Ahli Kapolri

JAKARTA | SURYA- Terdakwa kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan kemarin membacakan pembelaan terakhirnya sebelum vonis atau duplik dijatuhkan. Gayus pun sesumbar bisa memberantas korupsi asal dijadikan staf ahli Kapolri, Jaksa Agung, atau staf Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Gayus, Polri dan Kejaksaan Agung belum mampu menjerat pejabat-pejabat tinggi di Polri, Kejaksaan Agung, ataupun di Direktorat Jenderal Pajak terkait dengan kasusnya saat ini. Menurut dia, hal itu bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya.

“Saya berjanji dalam waktu dua tahun Indonesia bersih (dari korupsi),” ujar Gayus saat membacakan duplik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Jadikan saya staf ahli Kapolri, atau staf ahli Jaksa Agung, atau staf ahli Ketua KPK. Saya akan bantu untuk menangkap big fish (ikan besar), bukan hanya kakap, tapi juga hiu dan paus di seluruh bidang,” tuturnya, yang disambut dengan tawa para pengunjung sidang. “Wah, duplik Gayus jadi kampanye terselubung nih,” celetuk salah satu wartawan.

Berkali-kali didesak wartawan untuk menerangkan siapa yang dimaksud big fish dalam kasus korupsi ini, Gayus tak mau menjawab. Ia berdalih, dia hanyalah ikan teri dalam perkara mafia pajak dan peradilan ini.

Gayus mengklaim, Presiden dan Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum sudah mengantongi nama siapa saja big fish di perkaranya. “Presiden sudah tahu, Satgas sudah tahu, siapa yang big fish. Kalau saya ikan teri,” ujarnya usai sidang.

Sebelum sidang Gayus memang menegaskan akan buka-bukaan soal semua kasusnya. Dia mengaku tindakan ini sengaja dilakukan karena ada pihak-pihak tertentu yang menginginkan dia terus dihujat publik. “Pokoknya saya akan cerita banyak setelah putusan. Kalau saya sampaikan sekarang, ada pihak tertentu yang akan tertawa,” kata Gayus.

Gayus menyebut, kalau pengungkapan pelesir dia ke luar negeri beberapa waktu lalu sengaja dilakukan untuk mengganggu pledoi yang dia bacakan. Padahal pledoi itu isinya meminta agar pihak-pihak yang terlibat dalam kasusnya diusut. “Jadi ini ada yang ingin merusak pledoi saya,” tambahnya.

Dia menilai ada pihak-pihak tertentu yang memang sengaja menyudutkan dia. Tujuannya untuk pembunuhan karakter dan kemudian secara fisik. “Saya tidak berani bilang siapa, tapi ini setting-an. Ya intinya biar saya mati-lah,” tuturnya.

Seperti diberitakan, Gayus dituntut 20 tahun penjara ditambah denda Rp 500 juta subsider 6 bulan penjara. Menurut jaksa penuntut umum, Gayus terbukti melakukan empat kejahatan. Pertama, Gayus melakukan korupsi saat menangani keberatan pajak PT Surya Alam (PT SAT). Kedua, menurut jaksa, Gayus menyuap penyidik Polri. Ketiga, Gayus menyuap hakim. Keempat, Gayus memberi keterangan palsu kepada penyidik Bareskrim Polri terkait asal-usul uang Rp 28 miliar di rekening yang diblokir penyidik.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo menyatakan pihaknya tidak berniat menjadikan Gayus staf ahli. “Tapi, kalau informasi apa pun, siapa pun boleh memberi termasuk Gayus, dan polisi harus menindaklanjuti apalagi kalau berkaitan kasus pelanggaran hukum,” kata Timur.

Kapolri menganggap apa yang disampaikan Gayus hanya semacam gertakan. Apalagi, pengakuannya terus berubah-ubah.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mendukung sepenuhnya keinginan Gayus untuk membongkar seluruh jaringan mafia pajak. “Itu yang lebih kita utamakan. Pemberantasan mafia yang penting, jangan kasus ecek-ecek seperti ke luar negeri. Saya dukung sepenuhnya, …kalau Gayus membongkar semua persoalan mafia ini, itu yang kita tunggu,” kata Patrialis di Jakarta, Senin (10/1).

Menurut Menkumham jika Gayus ingin membantu maka akan disambut baik. Ia juga mengatakan bahwa apabila Gayus dapat membantu pengungkapan jaringan mafia pajak maka bisa jadi hukumannya diperingan.
Di usianya yang masih 30 tahun, Gayus, mantan pegawai pajak golongan IIIA, menggegerkan Indonesia. Ia disebut sebagai makelar kasus pajak kelas wahid. Namanya pertama kali disebut oleh mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji. Susno menyebutkan Gayus memiliki uang Rp 28 miliar di rekeningnya, namun hanya Rp 395 juta yang dijadikan pidana dan disita negara. Kasus ini diduga melibatkan sejumlah pejabat pajak dan jenderal di kepolisian.

Gayus akhirnya ditangkap di Singapura, 30 Maret 2010, dan ditahan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Namun, Gayus kembali bikin heboh setelah tertangkap kamera wartawan sedang menonton tenis di Bali pada awal November, saat statusnya masih menjadi tahanan polisi. Belakangan Mabes Polri membenarkan bahwa selain ke Bali, Gayus juga ngelencer ke luar negeri. Gayus bisa keluar masuk penjara setelah menyuap sejumlah sipir.

Gayus pelesiran ke Makau pada 24 September, kemudian pada 30 September dia pergi ke Kuala Lumpur, dan juga melanjutkan perjalanannya ke Singapura dan Guangzhou, China. Di Makau dan Kuala Lumpur, Gayus bahkan ditemani istrinya, Milana Anggreini.ant/kompas.com

Dibaca: 424 

Selengkapnya SURYA Online » Nusantara

Tags: , , , , ,

Kapolri: Gayus Staf Ahli? Enggaklah…

JAKARTA | SURYA Online – Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo memastikan bahwa terdakwa kasus korupsi pajak Gayus HP Tambunan tak dapat menjadi staf ahlinya di Mabes Polri. Hal itu disampaikan di sela-sela Rapat Kerja tentang Pelaksanaan Program Pembangunan 2011 di Jakarta Convention Center, Senin (10/1/2011).

“Enggaklah, enggak ada. Keterangan dia kan berubah-ubah,” kata Kapolri ketika ditanyakan soal keinginan Gayus.

Namun, Kapolri mempersilakan Gayus jika memiliki informasi yang berkaitan dengan kasus mafia hukum dan mafia pajak. “Kalau informasi apa pun, memberikan informasi boleh saja,” kata Kapolri.

Ketika ditanya kapan Polri menyerahkan kasus Gayus ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kapolri hanya menjawab singkat, “Saya sudah koordinasi dengan KPK dan PPATK.”

Seperti diwartakan, permintaan Gayus terkait posisi staf ahli disampaikannya di PN Jakarta Selatan. “Saya berjanji dalam waktu dua tahun Indonesia bersih (dari korupsi),” ujar Gayus saat membacakan duplik pribadinya.

“Jadikan saya staf ahli Kapolri atau staf ahli Jaksa Agung, atau staf ahli Ketua KPK. Akan saya bantu Kapolri atau Jaksa Agung atau Ketua KPK untuk menangkap big fish, bukan hanya kakap, melainkan paus dan hiu di semua lini di mana korupsi tumbuh subur,” kata Gayus.

Dibaca: 856 

Selengkapnya SURYA Online » Nasional

Tags: , , , ,

Gayus: Jadikan Saya Staf Ahli Kapolri

JAKARTA | SURYA Online— Terdakwa Gayus Halomoan Tambunan meminta dirinya dijadikan salah satu staf ahli dari tiga pimpinan penegak hukum, yakni Kepala Polri, Jaksa Agung, atau Ketua KPK, untuk membantu memberantas korupsi. Dia mengklaim dapat membersihkan Indonesia dari penyakit kronis korupsi.
Saya berjanji dalam waktu dua tahun Indonesia bersih.
“Saya berjanji dalam waktu dua tahun Indonesia bersih (dari korupsi),” ujar Gayus saat membacakan duplik pribadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (10/1/2011 ).

Dikatakan Gayus, Polri dan Kejaksaan Agung belum mampu menjerat pejabat-pejabat tinggi di Polri, Kejaksaan Agung, ataupun di Direktorat Jenderal Pajak terkait dengan perkaranya saat ini. Menurut dia, hal itu bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memberantas korupsi.

“Pesannya (Presiden) sangat jelas, tangkap big fish dan bersihkan semua. Tapi, itu belum terjadi karena yang terjadi saat ini adalah ikan teri ditangkap, saya, Arafat, Sri Sumartini, Humala, Alif Kuncoro. Gayus dibersihkan dan lain dibiarkan tetap kotor,” kata terdakwa kasus korupsi itu.

“Jadikan saya staf ahli Kapolri, atau staf ahli Jaksa Agung, atau staf ahli Ketua KPK. Akan saya bantu Kapolri atau Jaksa Agung atau Ketua KPK untuk menangkap big fish, bukan hanya kakap, melainkan paus dan hiu di semua lini di mana korupsi tumbuh subur,” tutur pemilik harta seratusan miliar rupiah itu.

Seperti diberitakan, Gayus dituntut 20 tahun penjara ditambah denda Rp 500 juta subsider 6 bulan penjara. Menurut jaksa penuntut umum, Gayus terbukti melakukan empat perkara. Pertama, Gayus terbukti melakukan korupsi saat menangani keberatan pajak PT Surya Alam (PT SAT).

Kedua, menurut jaksa, Gayus terbukti menyuap penyidik Polri. Ketiga, Gayus terbukti menyuap hakim. Keempat, Gayus terbukti memberi keterangan palsu kepada penyidik Bareskrim Polri terkait asal-usul uang Rp 28 miliar di rekening yang diblokir penyidik.

Dibaca: 712 

Selengkapnya SURYA Online » Nasional

Tags: , , , , ,

Terlibat Perang Afganistan, Abu Tholut Ahli Persenjataan Terorisme

SOLO | SURYA Online - Tersangka terlibat jaringan terorisme yang berhasil ditangkap di Kudus, Imron alias Abu Tholut oleh Kepolisian Republik Indonesia, dikenal sebagai ahli dalam persenjataan.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Iskandar Hasan, di Markas Polresta Surakarta, Selasa (14/12/2010), mengatakan Abu Tholut merupakan ahli persenjataan yang pernah menjadi orang penting ikut terlibat dalam peperangan di Afghanistan.

Imron alias Mustofa alias Abu Tholut tersebut di Indonesia bersama dengan Ubaid Dulmatin yang melaksanakan survei ke lokasi pelatihan militer, di Jantho Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Kedua orang tersebut bertemu dengan Yudi, Tengku Maszuki sebagai pelatih Tadri’b lokal, di mana keinginan Abu Tholut agar peserta pelatihan ini hendaknya adalah anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) dan orang lokal Aceh.

Sehingga, kata Kadiv Humas Polri, Abu Tholut meminta Yudi Zulfahri sebagai kelompok pelatihan Aceh. Kegiatan Survei yang dilakukan Abu Tholut dan kawan-kawan tersebut didanai oleh Abu Bakar Baasyir melalui Ubaid dan setelah pulang ke Solo, dia dan Ubaid melaporkan kegiatan di Aceh kepada Abu Bakar Baasyir sebagai Amir JAT.

Pada tahun 2009, Abu Tholut bersama Dulmatin, Abdulah Sunata, Ubaid, Warsito alias Tong JI sepakat untuk meningkatkan eksistensi pelatihan di Aceh menjadi militer persenjataan dan pembentukan Al-Qoidah Serambi Mekah dengan Amir Abu Bakar Baasyir.

Saat itu, kata Kadiv Humas Mabes Polri, untuk kebutuhan pendanaan akan diurus Ubaid yang berkoordinasi dengan Abu Bakar Baasyir. Untuk kebutuhan persenjataan diurus oleh Dulmatin, Abdullah Sunata dan Maulana, kemudian pelatihan militer oleh Mustaqim dan Abu Tholut.

Kadiv Humas menjelaskan, pada Februari 2010, Abu Tholut menerima uang sebesar Rp 100 juta melalui Ustad haris atas persetujuan Abu Bakar Baasyir di kantor JAT, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dana tersebut oleh Abu Tholut digunakan untuk membeli persenjataan dan amunisi untuk dipakai oleh para Mujahidin yang melaksanakan latihan perang di Aceh.

Menurut dia, terkaitannya antara kejadian perampokan Bank Cimb Niaga di Medan, 18 Agustus 2010 dan penembakan Polsek Hamparan perak 19 September 2010, dilakukan oleh kelompok Tony Togar alias Indra Warman dan kawan-kawan adalah beberapa pelakunya eks peserta latihan militer Aceh.

Hasil keterangan Fadli Sadana, salah satu perencana Fa’i atas perampokan Bank Cimb Niaga Medan, bahwa uang dari hasil kegiatan tersebut direncanakan digunakan untuk mendanai kegiatan teror.

“Mereka akan melakukan teror berupa penyerangan aset-aset asing dan warga negara asing yang di wilayah Pekanbaru dan Lampung,” kata Kadiv Humas.

Dibaca: 532 

Selengkapnya SURYA Online » Nusantara

Tags: , , , , , ,

Apple Cari ‘Ahli’ CDMA

Apple digembar-gemborkan akan mengeluarkan perangkat berbasis teknologi Code division multiple access (CDMA). Bahkan Apple tak segan-segan mencari ahli-ahli teknologi CDMA.

Selengkapnya Sindikasi techno.okezone.com

Tags: , , ,

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin

18 queries 0.385 detik